Minggu, 10 April 2016

Pengakuan Tokoh Dunia

http://m.hakikatislam.com/pertanyaan-jawaban/kitab/apa-yang-para-pemikir-barat-katakan-tentang-al-quran

Jumat, 13 Februari 2015

LUWAHAN RASA 5, Teganjal..

Entah nak dimulai dari mano, entah nak cakap apo. Tapi yang jelas ado sesuatu yang teganjal di hati ini. Takut salah cakap ado jugo. KPK dilahirkan Ibu Pertiwi karena kepercayaan rakyat ini sudah berkurang pada Lembaga yang lain. Apopun alasannyo, itulah kenyataan yang ado. Suka atau tidak, KPK inilah menjadi harapan teragung bagi masyarakat, tempat bersandar pengaduan oleh masyarakat.

Sementara itu, Lembaga Negara yang lain tentunya 'merasa' bahwa kewenangannya dicampuri. Benar atau tidak, hal ini menjadi 'duri dalam daging' yang selama ini kian terasa sampai bebrapa kali episode 'cecak buayo'.

Ketika peran politik melebar pada proses rekrutmen Kapolri, maka masalah ini kembali terulang dengan serial yang amat dahsyat. Genderang perang ini dimulai dengan penetapan Budi Gunawan menjadi tersangka, yang kemudian terlapornya pimpinan KPK sehingga menjadi tersangka, lalu secara berurutan anggota KPK yang lain terikut terlaporkan. Dan kebetulan laporan masyarakat tersebut secara berurutan mengalahkan ribuan laporan lainnya yang masuk ke Kepolisian. Allah SWT rupanya telah menentukan dosa masa lalu anggota KPK terangkat dan akhirnya terbaca oleh Aparat dan masyararkat. Sebaliknya kita berasumsi bahwa aparat Lembaga lainnya bersih bagai malaikat yang tidak punya salah. Hanya merekalah yang bagai Nabi yang tidak punya salah sama sekali, padahal..   Entahlah, insyaallah lebih baik.

Mano ado orang yg tak ado doso? Andai aku dibolehkan menyadap telepon setiap Pejabat Pusat dan punyo data valid, maka tak becuslah semuo menjabat. Jangan nak belagak, insyaflah kito semuo kan mati tegolek dalam kubow..

Senin, 09 Februari 2015

MASA KECIK 8, Degil

Adalah sekitar 8 tahun umur aku waktu itu. Kulit itam bersisik, rambut keseng, kudis di sekitar lutut dan betis tau ado ajo. Macam mano kudis nak betah, walaupun diubat dengan 'sulfanilamide' salap, tp petang udah mandi paret lagi dengan airnyo yang menguning bercampur tanah liat, kudis tadi pun mengembang baleklah.. Selalunyo kami mandi laut di pelabuhan Balak, yang bertempat di ujung jalan Pattimura Dumai. Tidak hanya itu, merapah pantai pun selalu dilakukan sambil mencari udang dan senepak. Tembakul pun terkadang sempat ditangkap, namonyo budak2lah. Jatah keno 'siang' slalu dapat kalau balek dari mandi laut. Bapak aku tu tau kalau aku baru balek dari mandi laut, ajablah keno demok dan bilai keno embat dengan rotan belah empat. Waktu keno embat tu ngaku tak buat lagi, tapi setelah beberapo hari kemudian buat lagi. Berlangganan nampaknyo. Aneh memang, tempat maen kami jauh2. Kalau mandi paret di Paret Putus namonyo, sekarang letaknyo pas depan pasar Pulau Payung Dumai sekarang. Ado jugo di Gudang Bulog di ujung jalan Sultan Syarif Kasim dekat Karang Anyar. Sungai Pak Lenen di sekitar jalan Ombak jugo menjadi langanan Kami. Pernah jugo ke Bukit Datuk sekitar kolam renang Pertamina sekarang. Padahal jaraknyo sekitar 12 Km dari Sukajadi tempat tinggal kami. Terlahir di rumah Atuk kami H.Ismail di Batupanjang. Rumah itu kini tidak lag ditempati, karena udah uzur. Walaupun bgitu, banyak kenangan yang tertinggal. Masih terbayang waktu kecik aku makan udang duri rebus di atas mejo panjang, manis terasa segar. Ado satu batang jambu biji, 3 batang jambu air, duo batang jambu bol dan 1 batan jambu gelas. Belakang umah ado pokok gambai, kalau musim bebuah sedap makan di atas pokok. Tapi sekarang tak ado lagi.. Jarak umah Atuk dengan pelabuhan itu hanya 200 meter aja. Selalunyo aku maen dsitu. Semuonyo ini membuat Atuk risau dan pernah suatu kali disongsong ke laut.. dasar degil.

CERITA SIAK 8, Menghadapi MEA Konon..

Siak 15 tahun lalu adalah suatu kenangan. Mobil hanya ado dua bijik, punyo Pak Jaksa dan satu lagi pick up pengangkut pasir punyo Pak Haji Ibnu Khaldun. Tapi sekarang jumlah mobil yang masuk udah tak dapat dihitung, dari arah Selatan Jembatan Sultan Agung Sultanah Latifah dan bisa jugo dari arah Utara melalui Dumai-Bengkalis dan sekitarnyo. Waktu itu jaya2nyo Plywood Siak Raya dan Panca Eka. Tingkat kemahalan di Siak mencapai tertinggi di Riau,  di bawah Batam. Arus barang yang sulit menyebabkan harga meloncat naik. Mulai dari kondisi jalan Pekanbaru - Siak yang buruk, sampai kepado buruh penyambut barang di terminal Benteng hulu, tukang sampan dan sekelompok Buruh di penyebrangan dulunyo dekat Apotik Sumber Gizi. Mako betambah mahal lah barang2 di Siak. Waktu jembatan dah lamo Siap, kelompok buruh ini masih bekerja dengan 'profesional' sehingga harga barang di Siak tak jugo banyak berubah. Ini jugo disebabkan oleh pemasok barang yang jugo menjual barang begitu mahal dari sumbernyo di sekitar Pekanbaru. Mako tetap mahal lah barang2 di Siak. Beberapo hari lalu ado sekelompok Masyarakat yang menamokan diri mereka sebagai Persatuan Pedagang Kain, Dll se Kecamatan Kandis yang menyurati Bupati Siak (Surat no 02/ P2KSLKK/ Kandis/II/2015 tgl 2 Februari 2015) agar tidak memberikan izin pada toko NEW DONA yg menurut mereko menjual barang2 murah sehingga jualan mereka sepi pembeli. Sebetulnyo Persatuan pedagang itu yg harusnyo bisa meniru Grosir tsb bagaimano caronyo dapat mendapatkan barang murah. Bukan dg cara melarang orang berjualan. Ini menunjukkan kelemahan UMKM kito berhadapan masyarakat kito sendiri, belum lagi kalau Pasar Bebas Asean atau MEA ini dimulai akhir 2015 ini. Lalu bagaimano sikap kito?   Barang mahal payah, barang murah payah. Ini baru soal hargo. Blom lagi soal tenaga kerjo. Negara Indonesia Raya ini telahpun menyepakati adonyo Masyarakat Ekonomi Asean akhir tahun 2015 ini. Ado delapan profesi lapangan pekerjaan yang akan dibuka, yaitu insinyur, arsitek, perawat, tenaga survei, tenaga pariwisata. praktisi media, dokter gigi, dan akuntan. Artinyo awal tahun 2016 nanti akan datanglah tenaga kerja2 dari negara tetangga yg merebut pangsa pasar di tempat kito. Orang Keling, Philipin dan Cino Singapur akan datang menjadi Pengusaha skaligus memenuhi pasar kerjo.  Budak2 awak jadi tukang parkir ajolah.. Beberapo hal yg harus menjadi pemikiran kita, antara lain : Pertama, mutu pendidikan tenaga kerja masih rendah, di mana hingga Febuari 2014 jumlah pekerja berpendidikan SMP atau dibawahnya tercatat sebanyak 76,4 juta orang atau sekitar 64 persen dari total 118 juta pekerja di Indonesia. Di Siak masih sangat berserak. Kedua, ketersediaan dan kualitas infrastuktur masih kurang sehingga memengaruhi kelancaran arus barang dan jasa. Macam mano nak besaing dg negara lain? Kalau Siak bolehlah kalau bidang ini, tp masih perlu pembenahan. Ketiga, umumnyo Indonesia merekam bahwa sektor industri masih rapuh karena ketergantungan impor bahan baku dan setengah jadi. Ingat kito dg impor kacang kedelai sebagai bahan pembuat tempe dan tahu. Blom lagi yang laen. Keempat, keterbatasan pasokan energi. Masalah listrik dari 32% menjadi 47,68% elektrifikasi di Siak, itupun bepuluh puluh kali mati satu hari.. Artinyo untuk Kabupaten Siak ini Negara Republik Indonesia baru bisa melayani skaligus menerangi  47,68 % dari jumlah penduduk Siak, masih banyak yg begelap. Naseb2.. Kelima, lemahnya Indonesia menghadapi serbuan impor, dan sekarang produk impor Cino dah di sekeliling kito. Dan kurangnyo kesadaran masyarakat kito memakai dan memakan produk dalam negeri. Banyak lagi persiapan yg harus kito mantapkan. Usaha Kecil Menengah kito yg blom siap perlu dibantu2. Udah berapo kali Sosialisasi dan Pelatihan serta bantuan alat yg diberikan pado mereka? Sumber Daya Manusia Konstruksi kito apo udah siap? Apo kesahnyo kalau kontaktor sekolah nanti dari Burma, tukang pangkas dari Vietnam, dan Reklame dari Singapura? Bansai Kito. Bisa kito besaing? Harusnyo bisa!! (By : Dr. Ohm)

Jumat, 06 Februari 2015

LUWAHAN RASA 4

Larangan Impor Pakaian Bekas (macam tak ado kerjo laen) Kebijakan melarang impor pakaian bekas akhir2 ini menjadi perbincangan di belahan bumi Indonesia. Pastilah pejabat atas tu tidak pernah susah makanya tak pernah berhubungan dengan Pajak Gadai (tempat  penjuakan pakaian bekas di daerah Tembilahan, Dumai dan Siak). Alasan Pak Pejabat ini memang cerdas, macam Pak Menko Gobel lah,walau kadang terkesan dipaksakan. Mungkin mereka iri dengan nampak masyarakat kecik memakai baju dan celana 'buayo ngango' sehingga jalan ke arah  kepemilikan  masyarakat kecik ini diamputasi dengan meniadakan impornya, padahal selamo ini tak pernah ado legalitas untuk itu. Pak Pejabat Pusat itu tak pernah tinggal di pulau yang minim dengan fasilitas, termasuk dalam menyediakan kebutuhan masyarakatnya. Jalan masih lecah di Teluk Lecah, dan kalaupun agak elok tapi masih  bedonggol, belum lagi fasilitas lain yg harus disediakan. Orang kampung kami dekat Batupanjang itu takkan pernah bisa membeli baju cap buayo kalau mengharapkan ke Pekanbaru atau ke Dumai, berapo pulak hargo dan transportasinyo. Jangankan membeli baju celana, beli bahan makanan pun  untuk nikah kawin sepupu kami harus ke Melako karena jaraknyo hanya70 menit pakai speed dari Rupat Utara, dibandingkan kalau nak belanjo beras, minyak dan daging ke Dumai yg  memakan waktu sekitar 4 jam. Begitupun dengan daerah Kabupaen Siak dan sekitarnyo, sebagian masyarakat masih menggantungkan kebutuhan dengan membeli pakaian bermerek luar, yang rata2 memang menang gengsi dan tahan lasak, Penjualnyopun dapat rezeki. Dalam maso susah mencari kerjo ni Pemerintah Pusat tibo2 pulak nak melarang impor seperti ini, macamlah dio nak sediokan lapangan kejo pengganti untuk masyarakat yang kehilangan mato pencaharian itu, siapo nak belanjokan susu untuk anak mereka? Mungkin ini kasuistik untuk wilayah Riau dan sekitarnyo, dibandingkan dengan kebijakan global yang harus diambik oleh Pusat untuk menyelesaikan masalah Republik ini. Macam2 alasan dibuat untuk menunjukkan betapa kotow dan jijiknyo pakaian bekas yang dibeli selama ini, padahal dulu dio lahirpun dibedong dengan kain yang dah apak. Bakteri pastilah banyak kalau nak diteropong, jangankan pado pakaian bekas, pakaian yang blom dicuci semalam saja pastikan ado 'bakteri taik' di situ. Asal jangan menularkan HIV lah macam cakap Bapak tu. Niat Pemerintah tu elok, tapi masih banyak yang perlu diprioritaskan untuk dilakukan agar mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Kalau kito tak bisa mempermurah penyediaan kebutuhan masyarakat, setidaknya jangan persusah akses pendapatan orang tu terhadap  kebutuhannyo. 'Kalau tak bisa menjadi garam, janganlah kito menjadi langau'. (By Ohm, flight to Malang 070215)

Selasa, 03 Februari 2015

CERITA SIAK 7, Payahnyo Rapat Tepat Waktu di Siak

PAYAHNYO  RAPAT TEPAT WAKTU DI  SIAK Entah bilolah masalah satu ni akan teratasi. Mulai dari awal sayo jadi pegawai pesuruh di kantor Camat Siak tahun 1991 dulu, bahkan sememangnyo lah udah  warisan dari dulu dulu, bahwa  sangat jarang rapat yang direncanakan sesuai dengan waktu yang diundang. Penghargaan terhadap waktu itu sangat kurang ditekankan. Seolah olah dalam fikiran Pejabat kalau perlu memulai rapat pukul sepuluh maka buatlah undangan pk sembilan atau sembilan setengah. Fikiran inilah yang berpunca meracuni masyarakat sehingga bagi yang telah hadir pk 9 tepat yang menemui kenyataan rapat mulai pk 10,   maka kesempatan rapat berikutnya 'terajarkan' untuk hadir mendekati pk10 juga seperti kemaren. Sehingga kalau kita mau memulai rapat tepat waktu lagi menjadi susah karena para peserta rapat blom hadir. Bilo kito nak berubah? Apakah perlu Bapak Bupati atau Wabup yang teconggok dulu baru pejabat lain dan peserta bergegas hadir? Dengan sedikit membawak namo Tuhan Allah ta’ala berfirman : وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3) ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr) Hanya sedikit mengingatkan kito bahwa Dr Abdul Fattah Abu Ghuddah menyatakan bahwa kunci kesuksesan Umat Islam, yaitu  dengan memanfaatkan waktu. Ia berargumen karena shalat termasuk ibadah yang sudah ditentukan waktunya. Jika seorang Muslim melaksanakannya tepat waktu, dan juga selalu memperhatikan setiap pekerjaan pada waktunya maka hal itu akan membuat semuanya dapat terlaksana dengan baik sebagaimana mestinya karena ia sudah menjadi sebuah kebiasaan dan watak dalam prilaku dan kehidupan soerang Muslim. Jangankan hal beso laen yg nak kito buat, tepati waktu ajo payah. Sebaiknyo ini dimulai dari Pejabat yg pimpin rapat sesuai waktu. Pado undangannyo dicantumkan bahwa ACARA INI AKAN DIMULAI PADA PUKUL 20 WIB, MOHON DATANG SEBELUM WAKTU. Dan itu dilaksanakan. Bedakan tempat duduk yg terlambat dg cara mengosongkan salah satu sisi pada tempat rapat. Bisa kito cubo ini Sodaro?

Jumat, 19 Desember 2014

10 Bukti Keilmuan dalam AlQuran

http://www.koranopini.com/berita-2/ragam/sainsdanteknologi/item/2758-10-ayat-al-qur-an-yang-terbukti-secara-ilmiah

Selasa, 21 Januari 2014

CERITA SIAK 6, Terasa Tak Terkata

LUWAHAN RASA 4, Hatiku Tak Tertinggal

Pagi ini aku memang buru2. Boarding tercatat 8.20 wib naik Sriwijaya Air. Perjalanan Hotel - Bandara Abdurrahman Saleh 30 menit, praktisnya aku check out dari hotel pk 7.

Temanku ngebel pk 06.35 menit bahwa dia udah jemput di Lobby, padahal janji pk 7. Aku terburu2 dan tak jadi sarapan. Urus cek out langsung berangkat.

Setelah ambil tiket dan cek in, aku bergabung sarapan dg temanku. Kupesan soto nasi biar ringkas, cepat dan hangat, ditemani segelas  susu hangat2 badan.

Tiba2 aku teringat cincinku tidak berada di jari. Kutelpon hotel utk mengingatkan kacuaianku, dan tempat cincin itu terakhir kutinggalkan, di dalam gelas di meja TV. Monica, demikian nama receptionnya yg menjanjikan mengabarkan kembali.

Penuh harap, harap harap cemas, telponku berdering dan menanyakan apakah cincinnya dua buah?

Kujawab "iyaaa".

"Lalu gimana caranya? Dijemput?", katanya.

"Gak bisa Mbak, Aku sudah boarding di Bandara. Nanti ada temanku Titov no telp... yg akan ambil dari Mbak", kataku.

"Iyalahh, terima kasih Pak", jawab Monica.

Thanks God, Alhamdulillah telah menemukan kembali Cincin nikahku dan cincin lagak. Untuk sementara bermalam di Malang sampai aku Wisuda nanti. Untung hanya cincin yang ketinggalan, syukurlah bukan hatiku. Hehe..

PERJALANAN HIDUP 3, My Cheerful Routinity

Biasanya aku bangun pukul 5 pagi atau kalau masih agak ngantuk maka bonus 15 menitlah.. hehe. Dua gelas air putih wajib mengisi perutku saat bangun itu. Setelah wuduk maka tunaikan Kewajiban sholat subuh, lalu bersiap2 joging pagi sekitar 45 menit dengan jarak tempuh 4 km saja.

Praktis sampai di rumah pk 06.20, sambil cooling down lakukan push up 20 kali, angkat  beban 5 kg utk otot lengan 18 kali dan sit up utk otot perut, semuanya diulang 3 kali. Bukan utk jadi bina rangka, tp sekedar mengeraskan otot yg ada.. hehe. Sementara itu, 1 gelas juz (tepatnya diblender aja, agar seratnya juga dapat) wartel + tomat + madu pun udah siap disantap.. hehe. Aku teringat kata dokter di Melaka saat cek up dulu, kebiasaan memakan buah atau juz saat 30 menit sebelum sarapan akan membentuk alas yg sangat baik utk ujung faces / kotoran / taik yg keluar besoknya. Maka kita akan terhindar dari kostipasi/ sembelit. Maaf bahasaku kadang vulgar tak sopan dibaca.

Kostipasi berkepanjangan akan menyebabkan wasir karena mengejan, dan tak jarang menyebabkan luka pada anus, bahkan bakteri yg menumpuk akan memperparah luka tersebut menjadi inpeksi, bgitu juga bisa bermasalah pada dinding usus karena penumpukan bakteri yg terlalu lama di perut. Bayangkan kalau udah 3 hari tak tuntas berak.. hehe. Artinya apa? Gara2 kita pelit minum air putih dan salah pola makan maka akan stres karena sembelit, perut tak sedap dan luka di usus. Kalau di usus mendingan, bila kita jg punya maag akut, maka udara yg keluar dari mulut akan berbau tak sedap dan jauh dari pergaulan. Alamakkk

Berpacu dalam mandi, pakaian utk rutin ke ktr pk 7 atau lewat dikit  guna mengejar apel pagi pk 07.30 wib. Apel ini tak boleh telat, terus dijaga agar tetap semangat. Aku sudah memilih pekerjaan ini dan harus dijaga aturannya. Aku tak kuat mrncangkul atau menggali parit, memanjat kelapa tak bisa tinggi, jaga malam tak kuat begadang. Maka inilah pekerjaan yg dapat aku lakukan dan harus aku jaga sebaik2nya.

Kuusahakan meminum 1 gelas air, dan 30 menit kemudian  makan buah, lalu 30 menit sebaiknya makan. Baik utk makan pagi Siang atau malam. Hal ini utk menjaga agar tak banyak makan karbohidrat lagi saat menyantap menu utama. Lauk boleh banyak, tp nasi sedikit aja. Pepatah Cina mengingatkan agar makan di waktu pagi bagai PANGERAN (dengan menu mantap utk memberikan efek energi besar utk beraktivitas), makan di waktu Siang bagai RAJA ( Menu sempurna dan lengkap), makan di waktu malam bagai PENGEMIS (Sedikit dan prihatin).

Semua tercatat di Goggle androidku, setiap 4 bulan sekali rawat  dan membuang karang gigi, 3 bulan sekali makan obat cacing, 6 bulan sekali medical check up di Prodia, rutin donor darah utk mendapatkan percepatan pergantian darah baru.

Sekiranya pagi aku tak sempat joging mungkin krn capek atau hujan, maka kuusakan pulang kantor pm 16 atau 16.30 wib utk berjalan kaki ke rumah. Jarak 6.2 km dengan waktu tempuh 50 menit. Menyantap jus 1 gelas atau air madu hangat  membuatku fresh dari aktivitas seharian. Alhamdulillah ya Allah.

Malam  kadang tak perlu makan nasi, hanya sayur dan lauknya dalam jumlah terbatas.

Biasanya pk 21.30 wib mataku sudah redup dan perlu disandarkan di pembaringan hangat. Segelas air putih mengantarkan hasratku utk terbaring lena dan segar esok harinya pk 05 pagi, semoga.

By Ohm.

Minggu, 19 Januari 2014

LUWAHAN RASA 3, Masa Sulit

Aku yg tertua di rumah itu, umur masih 15 tahun. Saat itu Bapakku ke rumah Bang Ani di sekitar Pelabuhan Seismic Dumai. Adik lelakiku Muhammad Rozali berumur kurang dari 2 tahun, sedang demam panas tinggi. Rumah kami Gang Jambu sedang musim banjir. Pukul 21 wib saat itu gerimis, suara katak bersahutan meminta tambah hujan. Aku,  adikku Aro dan Ina duduk dekat Ijal, begitu panggilan pada adik kami yg demam itu.

Sebagaimana biasa kalau demam kami diuras / dikompres dengan air sejuk, bgitu juga yg kami lakukan pada ijal. Mengenai obat demam yg laen aku tak ingat. Tiba2 badan adikku mengejang, matanya mendelik ke atas dan hanya menyisakan mata putihnya saja lagi. Peristiwa ini mengejutkan kami yg saat itu tinggal adik beradik di rumah. Apalah yg dapat aku buat sebagai abang selain dari pada memegangi gerak kejang itu dan  mengompres berulang ulang sambil membaca alfatihah, karena tak tau yg hendak dibuat lagi.  Hanya Allah yang bisa menyelamatkan adik  kami ini.

Setelah step/ kejangnya tak ada lagi, aku langsung berlari dan teringat utk mengambil daun kapas dan durian belanda / sirsak yg di sekitar rumahku. Setahu kami daun tsb kalau direndam akan punya efek menurunkan panas badan.

Tak dapat aku bayangkan beban yg kami alami saat itu. Umur 11 tahun ditinggalkan Mak  setelah 37 hari melahirkan adikku Isnur Hayati. Dokter menyatakan sesak nafas. Aku masih ingat kondisi Mak yg penat mempersiapkan 2 hari lagi pernikahan Mak Usu Fauziah, tapi Allah memanggilnya untuk selama2nya dan meninggalkan aku, Aro dan Ina, serta Adikku Is masih berumur 37 hari.

Situasi malam itu sama dengan saat demamnya adikku Ijal. Hal ini membuat aku sedikit trauma bila ada hujan gerimis, banjir dan suara katak bersahutan. Ada kesedihan yang diikuti kekwatiran, yang menyusupi perasaan ini bila keadaan yg sama saat keluarga sakit.

Perasaan ini menemani aku tumbuh tegar dan berupaya mandiri bersama adik2ku semua. Smoga rasa sayang ini tak memudar karena kami satu sumber darah. DARAH LEBIH PEKAT DARI AIR.

By Ohm.

PERJALANAN HIDUP 2, Filosofi

Menyelesaikan DIII di APDN Pekanbaru dirasakan penuh perjuangan dan dedikasi yg tinggi. Waktu itu belum ada komputerisasi, yg ada hanya mesin tik, itu pun minjam.

Aku harus bangga dengan kemampuan 10 jariku dalam mengetik. Ini semata2 buah kesungguhanku saat kelas 2 SMA dulu yg memanfaatkan waktu  5 menit sebelum pergi sekolah dan 5 menit setelah sampai di rumah. Rentang waktu 5 menit tersebut aku gunakan untuk belajar mengetik sepuluh jari sesuai peletakan jari yg kudapatkan dari buku.

Aku pergi sekolah pukul 7 pagi dan tak mau lewat atau lambat dari waktu itu. Krn itu latihan mengetikku pada pukul 06.55 wib. Begitu juga saat pulang sekolah, sambil mengeringkan keringat dan buka baju itilah aku melanjutkan ketrampilan 10 jariku, hanya 5 menit. Lalu wuduk, sholat dan makan siang.

Mesin tik yg kupakai itu tak normal, milik Bapakku. Kondisi pernya udah putus. Makanya perlu dimiringkan supaya saat pengetikan bisa turun sendiri. Tapi mesin tik itulah yang mengantarkanku menjadi terampil. Rupanya utk belajar tak semata2 diperlukan sarana yg wah.. apa adanya.

Skripsi DIII kubuat  dan ketik sendiri. Tak ada satu hurufpun dibantu orang laen. Begitu juga skripsi S1 saat IIP Jakarta. Dengan membeli komputer (PC) buruk dan printernya seharga Rp 400 ribu rupiah tahun 2004, dan  saat selesai kuliah 2 tahun 3 bulan  berikutnya aku jual segitu juga harganya, hehe.

Tak pernah aku kursus formal utk belajar komputer, tp hanya dengan 'nakal ingin tahu', maka dapat menguasai beberapa program walau tak sepenuhnya pandai. Depan rumah saat kost di Jatinangor ada tempat kursus komputer, krn tak ada duit utk kursus maka pura2 menyewa /rental komputer 1 atau 2 jam, tp sebenarnya belajar cara menjalankan DOS dan WS saat itu. Itu dilakukan setiap hari sampai entah berapa lama.

Kesungguhan itu yg mengantarkanku terampil menggunakan komputer dg biaya murah. Kesempatan pertama setelah menjadi Mahasiswa Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta aku lakukan dg memasuki Pustaka IIP dan memperoleh kartu anggotanya utk mendapatkan fasilitas peminjaman buku. Hehe, kedekatan dg petugasnya aku lakukan utk mendapatkan kemudahan peminjaman lebih dari orang laen. Utk 3 hari biasanya aku bisa pinjam 5 atau 6 buku. Kolusi positif memang.

Teknis membaca cepat aku pelajari dari Prof Majlose, bahwa pertama lihat Judul Buku, lihat daftar isi. Bila tertarik lanjutkan lihat siapa pengarangnya, bila tertarik baca ringkasannya. Kalau tak tertarik maka tinggalkan buku itu.

Tiap hari minimal baca satu buku, bukan utk dihabiskan semua halaman tp hanya pada point penting sesuai tercantum pada daftar isi. Dulu aku catat judul, pengarang, kode pustaka buku itu dan ringkasannya.

Ketika ada tugas dari dosen pada saat kuliah, maka belum jam pelajaran selesai aku udah punya judul utk tugas itu, krn sudah dikuasai sejak awal. Langsung ke pustaka dengan cara tunjukkan ke petugas langgananku kode pustaka buku2 dimaksud. Tak jarang tugasku selesai hanya dalam 2 atau 3 hari, sementara teman2ku butuh waktu 2 atau 3 minggu. Itu caraku menyiasati waktu, karen esok hari akan ada hal laeb yg perlu kita lakukan. The faster the better.

Program Magister di Pekanbaru agak berbeda. Rombongan Pegawai yg kuliah s2 yg pertama adalah Pak Said Ariffadillah, yaitu tercatat sebagai angkatan I MAP UNRI di Gobah, tp krn beliau sakit maka dilanjutkan dg Aku yg angkatan II, selesai tahun 2005. Thesisku nampaknya paling tidak 25% harus  dibantu pengetikannya oleh orang laen, walau think tank  dan models design nya tetap oleh kita sendiri.

Dan ini berbeda lagi dg penyelesaian Disertasi S3 ku. Grand Design mutlak kita sendiri tp harus dibantu pencarian bahan oleh teman2, termasuk pengetikan. Aku kebagian memasukkan teori yg berkaitan, analisis dan editing konsepnya.

Sekian lama aku sekolah, rasanya Program Doktor ini yg sangat aku nikmati. Hari2 di kampus pakai ransel mengunjungi Pustaka, menambah jurnal, konsultasi dengan Dosen Promotor dan Ko, termasuk Penguji. Statusku di kantor mungkin pejabat, tp di Kampus aku adalah mahasiswa yg bisa diperintah oleh petugas administrasi golongan IIb. Inilah bagian dari pemaknaan  status, filosofi hidup dan bijak meletakkan diri kita pada posisi apa.

Jalan sukses itu tak ada yg mulus, semua berbatu, semak dan berliku. Bilamana kita udah sampai di puncak tujuan, ingatlah bagaimana memudahkan orang lain agar tidak sesulit yg kita alami. Thanks to Allah.

Ruang Tunggu F1 Bandara Sukarno Hatta, 19 Januari 2014, By Ohm

Sabtu, 11 Januari 2014

PERJALANAN HIDUP, My Doctor


Kalaulah ku tau mendapatkan Gelar Doktor itu sesulit ini, maka takkan kumulai dari semula. Tak sadar waktu 4 tahun 10 bulan telah berlalu, kalaulah tak selesai dalam waktu 2 bulan lagi maka akupun di-DO-kan.

Saat itu Januari 2008 ada peluang melanjutkan kuliah tingkat Doktoral di Universitas Brawijaya yg bekerjasama dg Pasca Sarjana Universitas Riau. Ada keinginan kuat untuk menjalani proses pembelajaran ini dg serius. Mulailah saat itu membaca brosur dan mengajukan izin Belajar pada Pak Bupati Arwin AS melalui pak Sekda Almarhum Adli Malik. Aku mengajak Bang Syafrilenti untuk ikut serta,  Alhamdulillah kami diizinkan. Terima kasih Pak Arwin.

Perjalanan kuliah berjalan lancar dan penuh tantangan. Tiap hari Sabtu pagi sudah nyetir sendiri menuju Pekanbaru untuk kuliah di Kampus Panam. Bayangkan ini berlangsung tiap sabtu minggu selama dua semester.

Tiap kuliah aku tak pernah duduk di belakang, hampir dapat dipastikan deretan paling depan. Buka laptop tua (Acer stylus pembelian tahun 2005) dan rekam proses kuliah agar nanti dapat diulang dengar saat joging sore atau pagi. Kuliah ini harus serius karena bagian dari proses pembelajaran utk kualitas diri, ini bukan formalitas. Kita tidak sama dg orang pekanbaru yg rumahnya sejengkal dari kampus, perjalanan Kami 120 km dari rumah, itupun nyetir sendiri, resiko perjalanan, meninggalkan anak istri, biaya yang tak sedikit tiap minggu.

Oleh karena itu, kuliah ini harus duduk serius dan gali ilmu dari dosen yg mengajar. Karena pengorbanan yg ada sudah terlalu besar kalau akhirnya hanya main2 di Pekanbaru.

Saat semester 2 kami sudah dianjurkan memperbincangkan Proposal yg akan diteliti. Saat itu saya udah siap dengan proposal yg berisi Bab I, sementara teman2 lain masih memperbincangkan. Tp apa hendak dikata, nasib menentukan lain, rupanya termasuk lambat dalam penyelesaiannya.

Kami seangkatan berjumlah 19 orang, sekarang tinggal 17 orang lagi krn yang 2 orang sudah tak berminat melanjutkan. Baru 6 orang yg sudah selesai, yaitu PaK M Ramli ka Bappeda, Mas Sabarno Kabid du bappeda, Bu Fatmawati, Bu Yusni Maulida Dosen Pasca UR dan Pak Emrizal Pakis Asisten 2, dan aku yg ke 6. Masih ada 11 orang lagi yg sedang berjuang. Semoga saja mereka dapat cepat selesai, di tengah sempitnya waktu. Terpaksalah mereka mengambil masa langkau 6 bulan utk mempersiapkan segala sesuatunya.

Teori 2 semester dilalui dg tantangan tanpa begitu terasa, namun pengajuan Proposal dan konsultasi Desertasi itu yg sangat menguras tenaga, biaya dan waktu. Maklumlah, mengunjungi Pembimbing di Pekanbaru dan Malang bukan pekerjaan yg gampang. Seni berkomunikasi dituntut di sini, membangun network dengan teman2 juga sangat mempengaruhi. Namun yg sangat penting adalah philosofi memanusiakan manusia, Sabar dan tetap sabar. Kalau kita pandai tp jangan menggurui, kalau kita tajam tp jangan melukai, kalau kita laju tp jangan mendahului. Namanya juga DOCTOR OF PHILOSOPHY.

Ada 9 tahap penyelesaian Desertasi. Mulai dari proposal, prelium 1, prelium 2, komisi lapangan, komisi hasil, seminar hasil, kelayakan, ujian terbuka, dan  komisi pengesahan. Dan ditambah dg syarat kolokium yg diikuti oleh kawan2 komunitas S3 di UB.  Hampir 3 semester rasannya waktu terbuang percuma. Semangatku yang membara utk menyelesaikan desertasi, tiba2 menghujam turun hanya gara2 bekal methodologiku yg tidak matang. Perdebatan dua pembimbing yg mempermasalahkan methode kuantitatif atau kualitatif menyebabkan aku tak berdaya dan sulit menentukan pilihan. Konsultasi berjalan tak efektif krn jarak dan kualitas konsultasi yg kurang intensif. Ini memacu aku utk belajar methodologi dg lebih serius.

Bersyukur pada Pak Bupati Syamsuar dan wakil Bupati Alfedri serta  Sekda saat itu Pak Amzar yg mengizinkan di sela2 pelaksanaan tugas sehari2 dapat memanfaatkan waktu konsultasi ke Malang. Terimakasih Pak.

Profesorku Maryunani suatu saat berpesan, jangan hanya berhenti pada Gelar Doktor ini saja, nikmati proses kehidupan ini dg cara kritiki permasalahan sesuai bidang yg didalami. Kebetulan aku menguasai Teori Transfer Fiscal, Agent - Principle Theory (Assymetric Information), Social Capital dan Pembangunan Partisipatif. Hendaknya menyumbangkan pikiran sesuai bidang yg ditekuni, jangan komentari bidang yg tidak kita dalami. Insyaallah Prof.

Tak terhitung rasanya pengorbanan yg telah dilalui. Orang mungkin menyangka uang didapat dengan mudah utk biaya ini. Mereka tidak tau betapa sulitnya menjual tanah utk biaya ini semua, walau akhirnya beberapa teman bersedia meminjamkan sejumlah uang, dan juga meminjam dengan Bank setempat.

Suatu saat istriku sempat bertanya : "Apakah gelar Doktor akan menaikkan pangkat?".
"Tidak", jawabku.
"Apakah akan menaikkan jumlah gaji?". "Tidak juga", tambahku.
"Apakah akan menyebabkan naik Jabatan?", tambah istriku.
"Tidak sama sekali", jawabku lagi.
"Lalu untuk apa sekolah payah2 menghabiskan harta yg ada?"
Aku terdiam terhenyak mengingat itu semua. Tapi aku ini degil, keras hati dan sedikit keras kepala. Aku yakin proses pembelajaran ini banyak gunanya suatu hari.

Saat ini pun proses sekolah ini blom berakhir. Tulisan ini iseng2 dibuat di penerbangan panjang menuju Malang. Beberapa hari lalu ditugaskan Bupati ke Manado menghadiri Seminar Nasional II APKASI APEKSI. Dengan izin Bupati aku menuju Malang, transit di Makasar dan Bali. Pukul 05 wita dari hotel dan saat ini pk 10.42 wita masih di pesawat nuju Denpasar. Insyaallah pk 15 Wita sampai di Malang. Lalu menghubungi Dosen utk konsultasi perbaikan saat Ujian terbuka tgl 22 Desember 2013 lalu.. Mohon doa yaa.. hidup ini dinamis dan tak boleh berhenti berfikir dan menikmatinya.

Masih 4 kali lagi ke Malang. Perbaikan, Komisi Pengesahan, Penandatangan Ijazah dan Wisuda. Bayangkan berapa banyak dana dan waktu yg disisihkan untuk menjalani sisa studi ini. Namun Insyaallah bisa, sabar dan nikmati proses ini. Maafkan Ayahmu ini, maafkan suamimu yg terkadang keras hati, walau kadang lembut juga.. hehe.

Di udara atas Pulau Dewata, 12 Januari 2014. By Ohm.

Jumat, 10 Januari 2014

MASA KECIL 10

CARA UNIK NANGKAP LALAT DAN INGUS IJAU

Semuo budak seumurku berkudis, hehe. Waktu itu sekitar 9 tahunlah. Ado Izul, Andan, Iyan, Nuar, Baidir dan banyak lagi kekawan.

Balek sekolah pukul 12 Kamipun bekumpul di lapangan bola atau halaman umah Izul Jalan Sukajadi. Tak ado yg pakai kasut, semuo pakai kaki ayam. Kebiasaan macam ini tak mengherankan dan jadi pemandangan lazim. Kesepakatan bisa saja berubah dari main kejar2an / tonggak dingin atau maen sambal lakon. Kadang2 kami mandi sungai Pak Lenen atau mandi di Paret Putus sekitar pasar Pulau Payung sekarang.

Mungkin karena tak bersih mandi petabg itulah menyebabkan badan kami korengan byk kudis. Yg jelas bekudis di kaki dan tangan. Terutama sekitar lutut bekas jatuh. Selalunya kalau waktu senggang diadakan lomba nangkap lalat pakai karet. Kudis dibiarkan terbuka sehingga leluasa dihinggapi lalat, kemudian karet dipersiapkan berjalan diam2 menjerat kaki lalat, akhirnya lalatpun berjatuhan. Pemenangnya adalah  pemilik lalat yg terbanyak.. hehe

Jorok memang.. tp itu nyata.

Satu lagi, heran tengok budak2 sekarang ini  ingusnya bening2. Kami dulu kok ijau2 yee.. parah..

Itu krn kelamaan flu dan tak betah2. Maklumlah budak kampung. Bukan hanya ijau, tp aliran ingus di bawah hidung itupun udah iritasi memerah..

Jangan marah yee kawan2..

Kamis, 26 Desember 2013

MASA KECILKU 9

Buah Mempelam

Waktu itu usiaku 14 tahun, kira2 segitulah. Musim kebetulan ada 2 batang mempelam dan sebatang Kuini di samping rumahku. Kelapo adolah 3 batang. Kabun ubi yg bergantian dg keledek adolah beberapo umpun. Maklumlah kebun orang melayu, hehe.

Musim mempelam adalah kesukaanku. Sebilah pisau putih mengkilat yg terbuat dari pisau roti kuasah tajam dan dijadikan pisau pribadiku. Pisau itu hanya diselipkan di atas batang mempelam. Setiap balek sekolah dan makan siang mulailah memanjat batang mempelam dan memperhatikan dimana letak mempelam kmaren yang direncanakan untuk dimakan hari ini.

Biasanya dah ada urutan kematangannya, tak menunggu gugur, maka kupetiklah 2 butir utk dimakan siang itu, dikupas dan tanpa dicuci lagi akhirnya udah berpindah ke perutku. Pisau tadipun disimpan kembali ke persemayamannya di atas batang mempelam itu. 

Dah jauh lebih beradap cara memakan mempelam macam itu, dulu lagi saat berumur lebih kecik, mempelam digigit pakai gigi aja tanpa pisau. Tak heran sering tepi bibir bekudis karena getahnya.. hehe

Kamis, 18 Juli 2013

CERITA SIAK 4

Keanehan DANAU NAGA SAKTI

Kalaulah direncanakan jauh2 hari maka tak pernah bisa sampai ke Danau ini. Letaknya hanya 345 m dari Jalan aspal Lintas Sei apit - Pusako, nampaklah plang bertuliskan nama Danau itu. Suatu nama yg mengundang tanda tanya yg besar.

Kawasan Danau Naga Sakti ini tertulis 400 ha, entah iyo ntah tidak. Info dari Kadis Hutbun memang sekitar itu, sedangkan permukaan air Danau sekitar 30 ha katanya. Mudah2an ini tak bengak (jangan marah ya Kang Teten).

Jalan masuk selebar 3 meter, masih beterbangan debu gambut alias tak besemen apolagi beraspal, panjangnya sekitar 150 m saja. Sempat pulak kami berphoto kat situ, bilo lagi nak mejeng.

Kiri kanan jalan itu dah tumbuh akasia RAPP nampaknyo, berarti bibir kawasan dah pernah dilumati perusahaan ini dulu. Namun sekitarnya masih perawan, hutan lebat yg menjanjikan Atuk Gimau dan sodaronyo masih bermain sekitar situ.

Pemandangan di kiri hutan tampak kering bekas kebakaran kemaren, ngeri pulak tengoknyo. Kalau sempat terbakar lagi maka habislah, kasian dg satwa dan fauna yg ada.

Kawanan burung layang2 menyambar permukaan air danau yg berhampiran dg kami, sepertinya menangkap ikan pantau kecik yg mengapung kat situ, macam maen2 pulak.

Pak Wabup Kami Drs. H. Alfedri M.Si sempat bercerita pengalaman beliau saat menjadi Kepala Seksi PMD Kecamatan Sei Apit dulu, bahwa permukaan Air di Danau ini sama tingginya dg permukaan air sungai Siak, bisa pasang dan bisa surut. Berarti terhubung di dalamannya, namun ini perlu dibuktikan.

Kononnya ikan dsini tak bisa dipancing, tak tau sebabnya. Tak pernah ada orang yg berani bersampan di Danau ini. Apa mungkin disebabkan oleh cerita dari mulut ke mulut yg membuat ngeri. Manalah tau kalau bersampan kwatir keno sentap dari dalam air.. lemaslah awak.

Sosok makhluk Naga saja udah membuat kito takut, apolagi kalau dio sakti, ajablah awak kalau sempat dimamah dio. Air hitamnya menjanjikan kengerian yg nyata, entah apo yg ado di dalamnyo. Cerita yg berkembang mengisyarat tentang kedurhakaan seorang anak terhadap emaknya, yg kemudian menyebabkan anaknya itu secara beransur2 berubah bersisik menjadi makhluk menyerupai ular dan lama2 besar, butuh minum dan akhirnya ditempatkan jauh agar tidak diketahui oleh masyarakat desa. Tak pecayo? Datanglah, bawak kemenyan bako sikit, lalu pekikkan 'hei Nago.. aku nak tengok dikau.. timbullah'. Berani??

Sekitar 15 tahun dulu sempat dikembangkan oleh Pemerintah Kec Sei Apit dg cara membuat hiburan KeyBoard  utk menarik perhatian warga. Cara ini berhasil hanya beberapa bulan saja, kemudian menyurut dan hilang sampai sekarang. Akankah Pemkab Siak merintis kembali?

Selasa, 16 Juli 2013

CERITA SIAK 3

MAKAM PUTRI KACA MAYANG

Tidak ada rencana untuk dapat ziarah ke Makam Putri Kaca Mayang pada sore hari tu, tapi tiba2 saja waktu kami sampai di Guest House PT Kimia Tirta Utama tampa sengaja kami membicarakan 'makhlus halus' yg mendiami mess ini dan hanyut kepada sosok Putri.

Dalam mimpi para tamu dan staf PT KTU yg pernah menginap di sini pernah didatangi oleh sosok Perempuan berpakaian putih selayar. Dan itu sering terjadi hanya di salah satu kamar saja.

Dari mess ini ke makam hanya berjarak sekitar 1,2 Km saja. Dan makam ini persisnya 1.2 km juga ke hulu sungai Gasib. Perjalanan ke makam dari jalan Propinsi (jalan Dayun - Siak ) hanya 10 km melewati jalan kebun PT KTU. Dan oleh Wabup Siak Alfedri langsung instruksikan agar Kadis Parpora Siak Hendrisan rencanakan Pintu Gerbang dan petunjuk Arah menuju ke makam, sehingga masyarakat umum dapat berziarah dan mendatangi sosok Cantik ini.

Rabu, 19 Juni 2013

KENANGAN 4

IIP Jakarta, Manajemen Pemerintahan XXV tahun 1994 - 1996

Aku tak menyadari memiliki photo ini. Iseng2 membolak balikkan keping kenangan di lemari dekat tv, tanpa disadari terlihat bingkai masa lalu, saat aku masih sangat muda. Hehe..

Mungkin lokasinya di kampus fekat ruang belajar atau barak. Entahlah.. yang pasti kami sempat berphoto sekelas. Tak semua nama teman bisa kuingat lengkap.. hehe. Memori otakku dah makin menyusut mungkin.

Yang di mobil ada Humisar Manalu, Joksen Tontey, ikhsan, kadek ariamadika, ahmad farid ghaftan. Hanya itu yg mampu kuingat. Bagi teman2 yg berkesempatan, komenlah agar lengkap nostalgia ini.

Minggu, 16 Juni 2013

KENANGAN 3

Wajah saat SMA

Sekilas Aku malu dengan pilihan rambutku saat SMA, itu baru kusadari saat ini. Kalau dulu.. itulah yg paling hebat rasanya.

Kog bisa yaa.. rambut sepanjang itu ditata pakai minyak rambut lavender kaleng lonjong, atau pakai tanco hijau. Kalau hari panas.. melelehlah lilin minyak rambut tu.

Seumur itu manalah kenal minyak wangi, kalau adapun bau badan tak bisa beli odorono, kami bersama sepupu punya kiat memakai kapursirih yg diencerkan, lalu airnya dicoletkan ke ketiak. Jangan terlalu  banyak, karena bisa iritasi alias melepuh.. itulah odorono kami saat itu.

Termasuk dalam kelompok kelas Fisika sangat membanggakanku.. kami semua 35 orang, termasuk di dalamnya 5 orang cewek. Mungkin jumlahnya sedikit makanya kami kompak. Pada gambar di bawah tak cukup 35 orang, entah siapa yang tak ada saat itu.

Ketua kelas kami Zainal Arif, membuat kami malangkah sukses bersama. Pada gambar di bawah terlihat kami semua berphoto bersama di rumah Ahong bersama ibu Wali Kelas. Juga ada beberapa kenangan lainnya bersama Aswandy, Suwandi, Armizal, Dasril, Andi Sastra dan Yuston. 

Inilah beberapa coretan masa laluku.