Kamis, 06 Juni 2013

Masa Kecil 5 (versi melayu)

UBI GEBOS

Setelah bangkit dan sembahyang subuh, Aku, Iyan, dan Nuar langsung beraktifitas menyiapkan segala sesuatu. Sepupuku yang paling beso dan Pak Usu Bos (nama sebetolnyo M. Ali) memegang kendali, maklumlah umur orang tu sekitar 5 tahun di atas kami.

Kami langsung menuju kebun tanggung di sebelah rumah. Adolah seluas 6x10 m. Kebun itu ado ubi, keledek dan beberapa rumpun serai. Kami mendekati batang ubi yg paling beso dan mencabutnya beberapa batang. Dengan cekatan kami mengupas dan ada yg menghidupkan api tungku guna memasak air, yg nantinya berguna utk mempercepat ubi itu empuk. Pembagian tugas ini sudah berjalan lama, hal ini bermaksud utk persiapan kami utk sekolah tidak tergencat.

Buru2 mandi, dan masih berpakaian handuk aku menengok ubi yg mulai meluap airnyo, terpaksa dibukak sikit tudung periuknyo agar airnyo tak memadamkan api.

Sambil pakai baju, secara bergantian kami menengok ubi tu, termasuk mengetus airnyo supaya kering. Pakaian sekolah selesai, ubi gebospun dah masak, kamipun berebut makan.

Kadang tak sempat  makan, ubi itu diambik beberapa buku dibawak sambil berjalan menuju sekolah. Panasnya ubi waktu dimakan menimbulkan gelar kami bertambah. Sepupuku Iyan digelar itik krn mengeluarkan suara saat makan ubi panas bersamaan dg menghembuskan tiupan udara. Parah memang.

Kalaupun ubi tak ado, kami tanak nasi dan hanya digaulkan dg minyak jelantah bekas horeng ikan bilis dan ikan asin. Memang sedap. Belakangan ini baru tau minyak jelantah menghitam itu mengandung kolesterol tingkat tinggi. Hehe..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar