Rabu, 19 Juni 2013

KENANGAN 4

IIP Jakarta, Manajemen Pemerintahan XXV tahun 1994 - 1996

Aku tak menyadari memiliki photo ini. Iseng2 membolak balikkan keping kenangan di lemari dekat tv, tanpa disadari terlihat bingkai masa lalu, saat aku masih sangat muda. Hehe..

Mungkin lokasinya di kampus fekat ruang belajar atau barak. Entahlah.. yang pasti kami sempat berphoto sekelas. Tak semua nama teman bisa kuingat lengkap.. hehe. Memori otakku dah makin menyusut mungkin.

Yang di mobil ada Humisar Manalu, Joksen Tontey, ikhsan, kadek ariamadika, ahmad farid ghaftan. Hanya itu yg mampu kuingat. Bagi teman2 yg berkesempatan, komenlah agar lengkap nostalgia ini.

Minggu, 16 Juni 2013

KENANGAN 3

Wajah saat SMA

Sekilas Aku malu dengan pilihan rambutku saat SMA, itu baru kusadari saat ini. Kalau dulu.. itulah yg paling hebat rasanya.

Kog bisa yaa.. rambut sepanjang itu ditata pakai minyak rambut lavender kaleng lonjong, atau pakai tanco hijau. Kalau hari panas.. melelehlah lilin minyak rambut tu.

Seumur itu manalah kenal minyak wangi, kalau adapun bau badan tak bisa beli odorono, kami bersama sepupu punya kiat memakai kapursirih yg diencerkan, lalu airnya dicoletkan ke ketiak. Jangan terlalu  banyak, karena bisa iritasi alias melepuh.. itulah odorono kami saat itu.

Termasuk dalam kelompok kelas Fisika sangat membanggakanku.. kami semua 35 orang, termasuk di dalamnya 5 orang cewek. Mungkin jumlahnya sedikit makanya kami kompak. Pada gambar di bawah tak cukup 35 orang, entah siapa yang tak ada saat itu.

Ketua kelas kami Zainal Arif, membuat kami malangkah sukses bersama. Pada gambar di bawah terlihat kami semua berphoto bersama di rumah Ahong bersama ibu Wali Kelas. Juga ada beberapa kenangan lainnya bersama Aswandy, Suwandi, Armizal, Dasril, Andi Sastra dan Yuston. 

Inilah beberapa coretan masa laluku.

Jumat, 14 Juni 2013

APDN, My Almamater

Tiang bendera ini memang mati, tapi saksi ahli bagi setiap pelaku yg berada di sekitarnya.

Aku pernah tidur di tengah malam dg kasur yg tak aku sayangi di tepi tiang ini, kawan seangkatanku jg. Banyak yg bersandar memadu cerita tentang dongeng 1001 malam, kisah antara kau aku dan dia, kumpul2 penghilang suntuk sesama kawan.

Batang kayu besar di halaman kampus ini masih gagah, tempat kami berteduh dari sengatan cahaya mentari tengah hari. Menjadi saksi akal bulus Usman Taufiq saat mengakali kami dg cerita 'Anjing Kencing'nya.

Dekat pintu aula ini dulu ada 'Kolat' kami alias meja piket Perwira Bintara dan Tamtama. Sekarang dah rata tak ada lagi. Lihat saja wajah beda asrama putri, yg dulu masih amat sederhana.

Mushola Al Aqsa siapa yg tak kenal. Pembinaan rohani selalu di sini. Bang Usman Taufiq, Indra gunawan dan Suharta selalu menjadi penghuni tetapnya.

Tangga menuju lantai II ini masih tetap sama, dan papan pengumuman nilai ujian juga sama. Begitu jg ruang Pustaka tempat gudang Ilmu dan kumpulan Skripsi senior.. banyak kenangan terkubur hidup2 di situ. 


Ada juga eks kamar mandi lajang. Berjejer bak mandi dan centong airnya. Banyak ember yg berisi pakaian terendam air sabun. Bahkan ada yg udah terendam 3 atau 4 hari, bayangkan baunya macam bangkai. Indah utk dikenang, busuk utk dicium pada masa itu.


Masih ada pohon jambu tempat kami berteduh dan melarutkan malam2 santai di situ. Kamar UT dan Bang Indra berada di sampingnya. Sekitar itu jg ada kolam labi2 tempat berendam.. ada yang lupa diangkat sampai subuh.. hehe ada2 aja kelakuan senior.


Rumah dua petak ini pernah aku tempati waktu tingkat III. Masa2 akhir di Almamater masih terngiang seakan baru dua tahun berlalu. Pemandangan kampus sisi belakang masih jelas di mata, betapa Maradun menjajakan nasi goreng dan mie rebusnya utk mengurangi  pemberontakan cacing di perut.

Kenangan manis masa muda, bersama teman2 angkatan XV.



Minggu, 09 Juni 2013

KENANGAN 2

FOPIN ADIPER SINAGA

Aku mengenal sosok temanku ini, namanya Fopin Adiper Sinaga. Anak batak yg perilakunya tak seperti Batak, kecuali mukanya. Maaf..

Profesi wartawan, mulai saat lajang di Kota Industri Perawang, sekitar tahun 1999. Tak pernah sekalipun rasanya Fopin menceredai pertemanan, karena dia melaksanakan profesi secara profesional. Ini yg sangat kuhargai sampai saat ini. Ada juga beberapa kawan wartawan yg telah membantu banyak.

Gopin selalunya memegang kepala dan tengkuk karena punya sejenis migrain mungkin. Mudah2an penyakitnya menjadi sembuh saat menemukan jodohnya kmaren.. hehe.

Selamat berkarya Sobat!

MASA KECIL 8

I LOV YU

Laen dulu laen sekarang. Aku duduk di kelas 5 SD Inpres Baru I Dumai, yang setahun kemudian menjadi SD Negeri 018 Buluh Kasap, kecamatan Dumai Timur.

Seumur itu Aku blom pandai apa2. Ini tergambar pada nilai STTB-ku yg akhirnya berhasil mendapatkan rata2 hanya  6,1. Hehe.. alangkah standarnya kemampuanku.

Aku teringat kalimat bahasa inggris yg pertama yg kubuat besar2 adalah :
I LOV YU.
Entah apa yg ada dalam fikiranku saat itu. Kalimat itu bukan pulak mau diberikan pd seseorang, tidak sama sekali. Blom ada pikiran yg aneh2 sebagaimana anak2 seumurku sekarang. Hehe, Mungkin zamannya beda yaa.

Kelas 1 SMP aku dan kawan akrabku Acin, begitu Aku memanggilnya (Go Bun Cin alias Yohanes, akhirnya alias Rahmat), mengambil kursus Bahasa Inggris di FIEC ( Friendly International English Course) dekat Mesjid Muslimin Dumai. Mulai saat itu, Aku menggemari pelajaran yg satu ini sampai SMA, dan ternyata banyak membantu pemahamanku tentang istilah asing sampai saat ini. Insyaallah taklah menjadikan kita ni salah dalam menggunakan istilah kalau becakap. Kalau tidak tentulah isi pikiran kita dapat dijengkal orang laen.

Sabtu, 08 Juni 2013

LUWAHAN RASA 2

BAPAKKU YANG TERSAYANG

Petang itu pukul 15.33 wib tepat nya di rumah kost di Gg Bambu Larangan Cilandak Jakarta Selatan, tanggal 1 Desember 1994. Aku menemukan Bapakku sudah tidak dapat ditolong lagi.

Hidup di rantau dg istri, tak ada family, hanya kawan sekuliah, kota Jakarta lagi. Kejadian ini sangat memberatkan perasaan. Aku mulai dengan memberitahukan tetangga dan kawan se kontingen Riau.

Magrib menjelang, kami magrib bersama di ruang tamu. Sampai isya' pelayat masih ramai, namun sampai pk 23 malam pelayat udah balek ke rumah masing2, tinggallah kami berdua dengan istri dan mayat Bapakku, dan ditemani satu orang temanku. Persisnya 3 orang hidup dan 1 orang mati. Hatiku begitu sunyi di tengah keramaian Jakarta. Naseb..

Keesokan harinya, seperti biasa fardu kifayah ini terlaksana. Ramai kawan, tetangga dan pihak Rektorat IIP Jakarta mendampingi, sampailah disholatkan di Mesjid Kampus IIP dan dikebumikan di  TPU Jeruk Purut Jaksel.

Usia Bapakku tepat 55 tahun, krn Beliau lahir persis 1 Desember 1939. Setelah 19 bulan berlalu, kuburan Bapak kubongkar lagi utk dibawa pulang ke Dumai, utk disandingkan dg kuburan Mak di TPU Sungai Dumai. Akhirnya, akibat pelebaran jalan, maka kuburan Mak Bapak dipindahkan lagi ke sisi kanan jalan bergabung dg kuburan Mak Syamsiah. Biarkan mereka bermadu adem di sana.

MY FAMILY 2

MASA BERKUMPUL

Hari Raya Idulfitri ntah tahun berapo, saat itu Wan Aku (Fatmah) masih hidup. Ada kerinduan utk berada di sisinya. Sosok sederhana yg telah sukses menjadikan anak2nyo (pak sodaro Aku) menjadi sarjana.

Wan Temah, begitu orang2 meniak beliau. Tak pernah bisa Aku lupakan waktu Wan memasak minyak dari santan kelapo. Memasaknyo mulai pagi sampai petang, sisonyo berupo 'taik minyak' yg berwarna coklat gelap dan terasa agak pahit. Paling sedap kalau dimakan pakai gula pasir. Tak taulah apakah 'taik minyak' ini mengandung kolestrol atau tidak. Hehe..

Suatu waktu di rumah Atuk di Batu Panjang, dimasak dodol satu kuali beso, diletakkan di bawah katil. Aku sesaat menyelinap dan menghilang di bawah katil. Memakan sepuasnya dodol yang ada, hebatnya pengambilan itu tidak berbekas krn dodol itu tetap membentuk dan mengisi ruang yg kosong. Hehe.. selamat Aku.

Jumat, 07 Juni 2013

LUWAHAN RASA 1

ANAKKU FATTAH..

Dah 24 jam anakku ikut Jemaah Tablig bersama Habib dan beberapa orang kawan.
Lepas subuh semalam, saat subuh masih pekat, aku antarlah dio ke surau Arrahman Kampung Dalam. Sholat subuh nampaknyo blom usai, tapi kami duo beranak masih bebincang di mobil apakah nak turun sekarang atau nunggu selesai doa. Aku tanyolah pado anak Bujangku ini berapo duit yg dikasikan Bunda untuk makan seharian nanti.
"Limo belas ribunyo", katonyo.
"Bunda suruh mintak pado Ayah", balasnyo.
"Alahhh, Ayah tak ado bawak duet" kato Aku.

Terpaksolah kami beduo bepatah balek ke umah jemput duit utk ditambahkan untuk makan minum anakku.

Apakah anak Bujangku itu bisa menyesuaikan diri dg ibadah Jemaah Tablig dan kegiatannyo? Ini yg menggembirakanku, sekaligus merisaukan. Aku tahu Fattah ni paling payah bangkit pagi, berkelahi nak nyuruh dio sholat. Hehe.. mudah2an longkahlah dio kalau dengan Jemaah ni.

Satu lagi, soal makan minum anakku. Biasonyo payah nak kurang porsinyo. Mudah2an selamo ikut 24 ini bisalah dio mengambil pelajaran ttg banyak hal kewajiban sembahyang 5 waktu, menghargai makan minum dan adab dengan orangtuo. Betol jugo kato orang, kadang anak lebih mendengo cakap orang laen. Tak terkira besonyo harapan kami padamu Nak, bepilin dengan raso sayang kami.  Smoga Allah memberikan hidayah kepada kami semua. Mokasi Pak Ustadz.

Masa Kecil 6

PHOTO SD

Bukan sekedar lugu, tp juga polos. Tak tau lah apo yg ado dalam fikiran seumur 12 tahun itu.  Dalam pencarian jati diri, pernah aku ragu apakah betol aku ini zuriat Abu Kasim dan makku Nizal. Karena tak satupun mereka ado yg sipit seperti aku. Atau aku ni anak orang cino alias anak angkat.. hehe.

Pernah aku bongkar surat nikah mak napak utk cari tanggal akad nikah, lalu dibandingkan dg kelahiranku 18 Juli 1968. Pas pulak, tak ada yg meragukan.

Suatu hari aku tanya atukku (H. Ismail) waktu masih tinggal di rumah Laut (jalan Datuk Laksamana Dumai). Kenapa aku ini sipit? Atukku cakap itu keturunan, coba tengok atuk Leman katanya, beliau sipit juga, mungkin dari situ.

Salut juga buat Bapak dan Mak waktu nikah, suainyo orang tu. Hehe, siapo lagi yg nak puji kalau tidak anaknyo sendiri.

CERITA SIAK 2

YONG DOLAH DAN YONG OHM

Siapo yg tak kenal Yong Dolah. Itulah gambonyo. Banyak cerito yg dikarangnyo sampai kito terlena dibengaknyo. Heran yoo.. tau dibengak  tp suko pulak. Walau kadang citonyo tak masuk akal. Yong ini berdiam di Bengkalis dan saat ini udah meninggal, walau dongengnyo tetap hidup dan berkembang oleh pembengak sekarang.

Samo dg Yong Dolah yg berdiam di Bengkalis, Pakih Gani juga berdiam di situ. Banyak cerita sufi dan ghaib yg berkembang di masyarakat Bengkalis.

Gambo yg seterusnya adalah Yong Fattah dan Yong Ohm.. hehe.

CERITA SIAK 1

MONKEYS AND THEIR MASTER

Setiap petang, pada pukul segini (17.30 wib ) santak ke magrib, si Do tuan yang selalu setia menafkahi warganya duduk tersandar.

Monyet tu tau pulak waktu2 si Do datang bawak bungkusan, mereka pun tak mau jauh mengitari Do seakan mintak jatah. Tak ada yg sesetia ini, walau antara mereka tak terjalin hubungan formal. Si Do bukanlah pegawai atau honorer Kebun Binatang Balai Kayang II.

Masyarakat terkadang menemani si Do sekedar membawa bekal2 yg dapat dibagikan pada 'nenek moyang Darwin' ini. Akankah ini bisa dijadikan peluang wisata di Siak?

Kamis, 06 Juni 2013

Masa Kecil 5 (versi melayu)

UBI GEBOS

Setelah bangkit dan sembahyang subuh, Aku, Iyan, dan Nuar langsung beraktifitas menyiapkan segala sesuatu. Sepupuku yang paling beso dan Pak Usu Bos (nama sebetolnyo M. Ali) memegang kendali, maklumlah umur orang tu sekitar 5 tahun di atas kami.

Kami langsung menuju kebun tanggung di sebelah rumah. Adolah seluas 6x10 m. Kebun itu ado ubi, keledek dan beberapa rumpun serai. Kami mendekati batang ubi yg paling beso dan mencabutnya beberapa batang. Dengan cekatan kami mengupas dan ada yg menghidupkan api tungku guna memasak air, yg nantinya berguna utk mempercepat ubi itu empuk. Pembagian tugas ini sudah berjalan lama, hal ini bermaksud utk persiapan kami utk sekolah tidak tergencat.

Buru2 mandi, dan masih berpakaian handuk aku menengok ubi yg mulai meluap airnyo, terpaksa dibukak sikit tudung periuknyo agar airnyo tak memadamkan api.

Sambil pakai baju, secara bergantian kami menengok ubi tu, termasuk mengetus airnyo supaya kering. Pakaian sekolah selesai, ubi gebospun dah masak, kamipun berebut makan.

Kadang tak sempat  makan, ubi itu diambik beberapa buku dibawak sambil berjalan menuju sekolah. Panasnya ubi waktu dimakan menimbulkan gelar kami bertambah. Sepupuku Iyan digelar itik krn mengeluarkan suara saat makan ubi panas bersamaan dg menghembuskan tiupan udara. Parah memang.

Kalaupun ubi tak ado, kami tanak nasi dan hanya digaulkan dg minyak jelantah bekas horeng ikan bilis dan ikan asin. Memang sedap. Belakangan ini baru tau minyak jelantah menghitam itu mengandung kolesterol tingkat tinggi. Hehe..

Masa Kecil 4

MENGELOMPO

Untuk bangkit pagi2 sangat berat dirasakan. Azan yg terdengar jelas dari mesjid Alfalah itu dianggap bunyi bunyian yg nyaris tak berarti. Mata masih sangat berat  untuk dibuka.

Bapakku udah dari tadi membangunkanku dan sepupu sepupuku (iyan dan Nuar) untuk sholat. Hehe, mungkin kesabaran orangtua tu dah sampai pada batasnya. Tiba2 kami merasakan  guyuran air ke muka dan badan kami. Tak tau lagi siapa yg 'mengelompo' bangkit duluan, teloncat kami. Kesibukan terjadi mendadak, semuo kami sibuk bersiap utk sholat. Setelah itu barulah mengemas Kelambu belacu yg basah tadi utk dijemur, tentu saja seperangkat alat tidur (bantal dan selimut) lainnya. Di siang hari tu lah baru nampak Kelambu Belacu kami tu berwarna krem, istimewa memang.

Masa Kecil 3

MANJAT KELAPA SAUDARA

Malam baru menunjukkan kurang dari pukul 20 wib. Nasi yg dah dimakan selepas magrib tadi dah lama hancur, artinya perut dah mulai lagi berbunyi mintak diisi. Hehe.. dasar 'badang' tukang makan. Mungkin karena mesin penghancur (perut) daya serapnya tinggi. Maklumlah umur baru 13 tahun, sedang iyo2 betol.

Aku pandang memandang dengan sepupuku Iyan (yang saat ini beranak 4 dan beranak 4 di Sei Pakning). Artinya ada yg dirundingkan utk mendiamkan 'pemberontakan' cacing ini. Kami menyepakati mengambil Kelapo Pak Sodaro kami di dekat rumah Pak Rais tukang roti, hanya berjarak 200 m dari rumah Kami. Berdosalah kami yee, tapi itulah...

Persiapan dah dibuat. Tali rapia sepanjang sekitar 10m dan kain sarung dah dibawak. Suasana gelap, blom ado listrik, semak banyak. Tp demi 'perut dan si Cacing" maka dijalani jugalah.

Soal panjat memanjat ini aku tak ahli, makanya hal ini aku serahkan pada Iyan. Aku nunggu di bawah aja. Kelapa muda yg udah dipetik itu dimasukkan dalam sarung satu persatu diturunkan denhan memakai tali rapia. Hal ini dilakukan agar tak bebunyi.

Karena kami hanya berdua maka kelapa yg dipetik tak banyak, 3 butir aja. Satu utk  masing2, dan satu utk cadangan. Tak jarang kelapa yg dapat tak ada isi, hanya airnya saja dan kelongkong, alias tempurung muda.

Memang lah yee tekak kami 'larap' kalau soal makan memakan ni. Hehe, maklumlah masih masa pertumbuhan.

Medio Malam, Kamis 060613

Rabu, 05 Juni 2013

Masa kecil 1

Rumah kami berdinding papan, pakai tongkat dan beratap seng seken ( yang baru beli hanya 30% saja). Tak ingat pasti tahun berapo rumah tu dihuni. Diperkirakan kami pindah dari rumah depan sekitar tahun 1972. Saat itu blom ada listrik, yang mungkin masuk sekitar tahun 1977.

Banyak kenangan di rumah itu, Mak Bapak, Pak Yong dan keluarganya (Mak Udo Niar dan Erda plus Anan) jg tinggal di rumah yg hanya punya 2 kamar itu. Mak usu Ipak jg, sepupuku Samsir, Pak sodaro Sepupuku Bos, Iyan, Nuar dan beberapa orang lainnya yg menempati rumah berhati lapang itu.

Yang tak pernah lupa adalah saat tidur malam. Dumai dg khas banyak nyamuk sangat sulit ditaklukkan dg obat nyamuk bakar. Saat itu blom dikenal obat nyamuk lotion. Karena itu kami memakai KELAMBU BELACU, yaitu kelambu yg terbuat dari kain belacu tebal, ukuran 3x3 meter berwaena kusam. Baunya khas.

Udara sepanas Dumai membuat kami gerah selalu, tidur tak pernah pakai baju, tentu saja pakai celana pendek dan tetap mempunyai sehelai kain pelekat yg sudah akrab baunya.

My Princess

Tak tahu persis kapan gambar ini terpetik. Yg jelas dan masih ingat di pikiran bahwa Nadya baru bangun tidur. Wajah sumringah dan tulus.

Membesarlah dg Iman.. Anakku!

KENANGAN 1

JOGJA

Suatu masa saat setelah wisuda tahun 1990 di Jakarta.. sayo dan Kadarisan Arief teman sekampus berjalan ke Jogja. Ke Kost Bang Syafrilenti masih menyelesaikan S1 di Gajah Mada. Perjalanan endah dan byk hal baru yg terasa

MY FAMILY 1

Biarkan bingkai itu bicara, cerita tanpa kata. Banyak yg tersimpan dalam kebisuan. Cukuplah jadi kenangan.